
4 Okt
KIAT MERAIH KEIKHLASAN
Ikhlas adalah keharusan. Setiap insane yang beramal kebajikan mesti membekali diri dengannya. Suatu amalan yang kosong dari keikhlasan maka tiada bernilai sedikitpun di sisi Allah. Ikhlas memang bernilai harus. Tapi bagaimana nasib kita saat menjumpai bahwa ikhlas itu sesuatu yang sangat berat untuk dilakukan? Jangan putus asa, jangan pula berhenti berusaha. Para ahli ilmu islam merumuskan beberapa resep pentig yan dengannya ikhlas mudah teraih. Apa sajakah resep tersebut?
Ya Allah Bantulah aku
Kita mesti selalu inat bahwa segala kebajikan yang kita lakukan dapat terlaksana karena hidayah dari Allah. Denan kesadaran ini maka yakini bahwa dengan Allah pula kita akan mudah untuk meraih keikhlasan. Karena hati ini milik Allah dan Dia saja yang berkuasa untuk mengendalikan dan menetapkannya. Ikhlas yang begitu sulit akan teraih dengan mudah menjadi milik hati kita disaat Allah memudahkan. Lantas apa yang mesti kita lakukan? Dekatkan diri kita kepada Allah dan hendaknya kita memperbanyak doa kepada-Nya, agar kita menjadi orang yang ikhlas dalam beribadah kepada-Nya.
Lebih Kenal Dengan Allah
Bila kita semakin mengenal Allah, maka kita akan merasakan keagungan dan kebesarannya. Langkah kaki, pandanan bahkan bisikan-bisikan hati kita diketahui oleh Allah. Ya, dengan kondisi seperti ini akan lebih mudah bagi kita untuk beribadah dengan ikhlas kepada-Nya. Ketika hendak berpaling sedikit saja, kita segera ingat keagunan dan kebesaran-Nya. Ingat bahwa Allah Maha Melihat, Maha Mendengar, dan mengetahui gerak-gerik hati. Rasa takut selalu mampir dihati karena Allah sangat keras azab-Nya. Sehingga kita takut untuk bermaksiat kepada-Nya. Kenalilah Allah dengan mempelajari nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang indah. Praktikan pengetahuan tadi dalam segala aktivitas kehidupan kita, niscaya hati mudah meraih ikhlas.
Kenali Hakikat Makhluk
Kenalilah hakikat makhluk yang ada di dunia dengan sebenarnya. Sunguh mereka itu penuh kelemahan dan keterbatasan. Mereka tak punya sedikit pun daya untuk memberikan manfaat atau keburukan kepada orang lain bahkan kepada dirinya sendiri. Pujian atau celaan mereka tak ada penaruhnya sedikit pun bagi amalan yan kita lakukan. Kita beribadah kepada Allah lantas mereka memuji-muji kita belum jadi jaminan amalan kita diterima oleh Allah. Kalau demikian, kenapa peduli dengan pujian atau celaan manusia ketika beribadah? Sudahlah, pusatkan segalanya pada Allah semata tak usah harapkan pujian manusia. Karena yang berharga hanyalah bagaimana kedudukan kita di sisi Allah. Walaupun semua orang memuji namun kita buruk dihadapan-Nya, maka semua pujian tiada guna. Sebaliknya, bila semua manusia menghinakan dan mencela namun Allah memuliakan, maka tiada pernah kita rugi selamanya.
Didiklah Jiwa
Mendidik jiwa untuk bias ikhlas bukanlah perkara yang enteng. Wajarlah bila seorang ulama terdahulu yaitu Muhammad bin Al Munkadir pernah menyatakan,” Saya membutuhkan waktu empat puluh tahun untuk melatih jiwaku agar mampu istiqamah dan lurus dalam pendirian.” Ingat, waktu yang dinyatakan tersebut bukan merupakan batasan. Namun sekedar manggambarkan bahwa mendidik jiwa itu benar-benar sulit dan butuh waktu yang tak pendek. Didik jiwa untuk ikhlas kepada-Nya dengan banyak-banyak berdoa dan berlatih mengekang jiwa dari berbuat hal-hal yang merusak keikhlasan. Mengekang jiwa memang tak menyenangkan, tapi cobalah ingat wasiat Abdullah Ibnu Mubarak” Sesungguhnya jiwa orang-orang shalih terdahulu tetap teuh dalam kebaikan berbeda dengan jiwa kita sekarang yang senantiasa cenderung kepada kebaikan, oleh sebab itu kita harus memaksanya untuk berbuat kebaikan.” Teruslah berusaha jangan sampai putus asa, yakini selalu bahwa ramat Allah sangat luas tiada habisnya.
Sadar dengan Nikmat Allah
Benar, kita tak bakalan mampu menghitung nikmat yang diberikan oleh Allah. Allah sangat saying kepada kita. Dia selalu memberi rezeki, membimbing dan menaruniakan segala yang kita punya. Resapi dengan sungguh-sunguh segala nikmat yang kita terima. Sungguh kita akan tahu bahwa Allah benar-benar baik pada kita. Bila kenyataannya demikian, maka sudah semestinya segala ibadah diserahkan kepada-Nya semata. Dengan selalu mengakui segala nikmat Allah, maka hati akan lebih mudah untuk mengikhlaskan segala amalan ibadah.
Menyembunyikan Amalan
Pra ulama terdahulu selalu berusaha menjaga hati dari jebakan riya’ dan hal-hal yang mengotori keikhlasan. Salah satunya dengan menyembunyikan beberapa amalan kebajikan mereka. Tidak semua amalan disembunyikan karena ada amalan-amalan yamg memang kudu ditampakkan, seperti mengerjakan shalat wajib secara berjamaah, memakai jilbab bagi muslimah, membayar zakat dan amalan-amalan lain. Amalan yang mereka sembunyikan biasanya berkaitan dengan hal-hal yang mustahab alias sunnah. Menyembunyikan amalan ini memang lebih memudahkan seorang untuk mengikhlaskan amalannya untuk Allah.
19 Sep
KEUTAMAAN PAHALA SEDEKAH
Sedekah adalah penolak balak, penyubur pahala, dan pelipat ganda rezeki. Sebutir benih menumbuhkan tujuh bulur. Pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah Yang Maha Kaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat.
Sebagai orang yang bersedekah Allah pasti menurunkan balasannya pada saat dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka. Allah adalah zat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Bahkan, kepada kita yang hampir setiap desah nafas selalu membangkang perintah-Nya. Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yang tiada terkira. Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, pasti akan kembali kepada kita. Demikian juga kita berbicara soal harta yang kini ada di genggaman kita.
Allah SWT dan Rasul-Nya telah berjanji bahwa sekecil apa pun harta yna disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya. Boleh jadi, inilah yang menyebabkan Rasulullah SAW memerintahkan para sahabatnya yang tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk agar mengeluarkan sedekah.
Saat itu, Allah menurunkan ayat tentang sedekah: “Perupamaan (nafkah yang dikeluarkan) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih, yang pada tiap-tiap bulir itu seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.(QS. Al-Baqarah: 261)
Seruan Rasul SAW itu disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata, “Ya Rasulullah, harta milikku hanya delapan ribu dirham. Empat ribu dirham aku tahan untuk diri, dan keluargaku, sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di jalan Allah.”
“Allah memberkahi apa yang kamu tahan dan apa yang engkau berikan,” jawabnya.
PENYUBUR PAHALA
Kemudian datang sahabat lainnya, Usman bin Affan. “Ya Rasul, saya akan melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya,” ujarnya. Akhirnya banyak sahabat yang bersedekah. Kenapa para sahabat begitu antusias dean spontan menyambut seruan untuk bersedekah?
Tiada lain karena mereka yakin akan balasan yang berlipat ganda, sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Sedekah adalah penolak balak, penyubur pahala, dan pelipat ganda rezeki, sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah Yang Maha Kaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat.
Betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul SAW sendiri membuat perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung?
Allah menjawab, ‘Ada, yaitu besi’. Pra malaikat pun kembali bertanya,’Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?’ Allah menjawab,’Ada, yaitu api’. Bertanya kembali para malaikat,’Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?’ Allah menjawab,’ Ada, yaitu air’. ‘Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari ai?,’ tanya para malaikat. Allah pun menjawab,’ Ada, yaitu angin’. Akhirnya para malaikat bertanya lagi,’ Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?’ Allah Maha Gagah menjawab,’ Ada, yaitu amal Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya’.
17 Sep
SAHABAT
Temuilah sahabat dan musuhmu dengan pandangan rida, tanpa adanya sikap rendah dan takut kepada mereka. Bersikap wibawa tanpa sikap takabur. Jadikan semua urusan dengan sahabat dan musuhmu dalam situasi tidak berpihak (netral).
PERSAHABATAN
“Persahabatan melipatgandakan kegembiraan dan memotong kesedihan menjadi separuhnya’.
Begitulah kata-kata hikmah tentang persahabatan yang kebenaran maksudnya tidak bisa kita tolak. Persahabatan merupakan sesuatu yang vital dalam kehidupan seseorang, bahkan di zaman kita sekarang ini ketika interaksi manusia lebih banyak berlatar belakang mencari keuntungan materi belaka.
Kesetiaan dan saling mendukung dalam kesenangan dan kesusahan dalam persahabatan merupakan landasan hubungan antara manusia yang membuahkan kebahagiaan serta ketenangan hidup.
Semua kebaikan dalam persahabatan sudah diketahui mayoritas manusia. Tak heranlah setiap individu pasti membutuhkan minimal seorang yang mengerti dirinya di kala suka dan duka. Maka, setiap manusia kemudian berusaha mencari teman sejati yang seperti itu.
15 Sep
KREATIF
GLOBALISASI sebagai bentuk kemajuan zaman mengakibatkan persaingan diantara manusia semakin tajam. Bukan hanya dalam suatu negara, akan tetapi telah merambah pada persaingan antarbangsa. Masing-masing individu berusaha untuk menjadi pemain dan pemenang dalam persaingan. Yang paling tajam adalah di bidang ekonomi dan ilmu pengetahuan sebagai dasarnya. Negara yang unggul dalam bidang ekonomi serta nilai budaya yang kondusif, akan mengambil manfaat besar dari globalisasi. Keunggulan ini akan dapat dicapai tentunya dengan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas dan handal.
Dalam pengembangan sumber daya manusia, pendidikan diarahkan untuk mengembangkan potensi peserta didik yang diwujudkan dalam bentuk kemampuan, ketrampilan, sikap dan kepribadian yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Dalam GBHN salah satu tujuan pendidikan nasional disebutkan adalah sebagai pendorong berkembangnya kreatifitas anak didik, yang sejalan dengan perkembangan aspek-aspek lain seperti keimanan dan ketaqwaan, ketrampilan, semangat kebangsaan, sehingga tercipta keseimbangan dan keselarasan.
Kreaktifitas adalah potensi yang dimiliki manusia yang perlu dikembangkan. Baik pada tingkat individu, kelompok maupun bangsa secara keseluruhan. Berkaitan dengan itu secara efektif diperlukan pengetahuan tentang apa dan bagaimana memberikan pendidikan dan bimbingan bagi anak kreatif.
Pengertian Kreatif
Ada puluhan definisi tentang kreatifitas. Namun pada intinya ada persamaan mengenai definisi-definisi tersebut yaitu kreatifitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru. Baik gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Berdasarkan analisis faktor, Guilford (1950) menemukan bahwa ada lima yang menjadi ciri kemampuan berfikir kreatif yaitu kelancaran, keluwesan, keaslian, penguraian dan perumusan kembali.
Kelancaran adalah kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan. Keluwesan adalah kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah. Keaslian adalah kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara-cara yang asli, tidak klise. Sedangkan penguraian adalah kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara terinci. Dan perumusan kembali adalah kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan persfektif yang berbeda dengan apa yang sudah banyak dilakukan oleh orang lain.
14 Sep
“PERANG” MELAWAN NARKOBA
Tanggung Jawab Semua Pihak
Perang terhadap narkoba (narkotik dan obat-obat terlarang) disenandungkan berbagai kalangan. Ulama, habib, aparat kepolisian, dan masyarakat bahu-membahu memerangi barang haram yang dapat merusak mental dan kesehatan pemakainya. Jadi jelaskan bahwa pengedaran narkotika dan obat-obatan terlarangdi indonesia adalah suatu bentuk penjajahan modern. Suatu bentuk penjajahan dengan strategi melumpuhkan generasi mudanya lebih dahulu, sehingga apabila para pemuda sudah tidak mampu lagi berfikir yang positif, tidak tahu barang yang hak dan bathil, maka hancurlah suatu bangsa.
Dan dengan demikian akan mudah sekali untuk dikuasai oleh bangsa lain. Betapa besar mudratnya akan bahaya narkoba ini, maka warga masyarakat berinisiatif menggebrek dan mengedor rumah-rumah yang disinyalir sebagai sarang narkoba.
Upaya ini mudah dipahami sebab sasaran narkoba tidak mengenal batas usia da strata sosial. Narkoba telah”menyapa” anak-anak usia SD dan TK. Pegedar narkoba mulai masuk ke sekolah-sekolah. Bahkan narkoba ini dapat dinikmati secara gratis. Para pengedar berani memberi mereka dengan gratis untuk pemakaian tahap awal. Begitu mereka ketagihan, barulah pengedar menjeratnya dengan harga narkoba yang semestinya. Bisa ditebak,para pecandu ini akan melakukan apa saja, termasuk mencuri, merampok, bahkan membunuh guna memperoleh narkoba. Bahkan ada wanita yang rela menyerahkan dirinya demi memperoleh barang maksiat itu. Jika gejala ini dibiarkan bukan tidak mungkin narkoba akan membawa dampak negatif yang luas bagi manusia Indonesia, khususnya generasi muda.
Demi menagkal akibat buruk itulah akhir-akhir ini marak demonstrasi yang menyerukan “perang” terhadap narkoba. Spanduk dan poster pun banyak menghiasi jalanan kota. Isinya sama, perang terhadap narkoba. Aksi spanduk bukanlah hal berlebihan. Sebaliknya aksi tersebut mestinya mendapat dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, mengingat racun yang ditimbulkan oleh narkoba.
Suatu Permasalahan yang perlu Dukungan Semua Pihak
Dukungan semua pihak yang menjadi modal utama pemberantasan barang haram ini kini sudah ada. Namun yang lebih penting dari itu adalah penegakan hukum. Bagi mereka yang terbukti mengedarkan, menjual atau memakai narkoba harus diberi hukuman yang setimpal sesuai undang-undang yang berlaku.
Banyak pihak menilai lemahnya penegakan hukum inilah yang menjadi penyebab maraknya narkoba di Indonesia. Mereka menyatakan tidak puas denga hukum yang dijatuhkan hakim kepada para pelaku. Hukuman yang diberikan kurang dari lima tahun, bahkan ada yang beberapa bulan saja. Padahal, masyarakat banyak yang menuntut agar pengedar narkoba dijatuhi hukuman mati.
Sebenarnya seberapa jauh hukum kita telah mengatur masalah narkoba ini.
13 Sep
Rahasia Alam Gaib
Iman tidak dapat diraih hanya dengan berangan-angan, sekedar pengakuan atau terdaftar jadi grup satu golongan.Bukan, akan tetapi iman adalah sesuatu yang mengakar dihati dan dibuktikan dengan perbuatan. Artinya iman merupakan keyakinan di dalam hati, disertai pengakuan dengan lisan dan amalan dengan anggota badan. Iman akan bertambah dengan ketaatan dan berkuranng dengan kemaksiatan. Nah, iman kepada perkara gaib merupakan salah satu bagian keimanan yang terbesar. Makanya, jangan serampanga! Allah berfirman,“Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib.”(Al-Baqarah:2-3).
Iman kepada yang gaib inilah yang membedakan antara manusia berakal dengan manusia hewani yang hanya beriman dengan yang terpantau indera. Keimanan hewani tidak membedakan manusia dari hewan dan tidak bermanfaat bagi pemiliknya. Allah berfirman:“Ketika mereka melihat siksa dari kami, berkata: Kami beriman kepada Allah yang Es, dan kami mengkafiri terhadap segala yang telah kami persekutukan. Maka tidak ada manfaatnya bagi mereka keimanan yang seperti itu, yaitu ketika telah melihat siksaan dari kami. Demikianlah hamba-hamba-Nya. Dan rugilah orang-orang kafir itu.”(Al-Mukmin:84-85).
Manakah yang Gaib
Gaib dalam bahasa Arab berarti sesuatu yang tidak nampak oleh kita dan tidak hadir. Diantara perkara yang gaib adalah:
1.Kejadian yang ada di dalam rahim.
2.Segala sesuatu yang akan diusahakan makhluk.
3.Dimana seorang makhluk akan mati.
4.Kapan datangnya hujan.
5.Kapan ditegakkannya hari kiamat.
Seperti dinyatakan Rasulillah dalam salah satu sabdanya:
“Kunci-kunci perkara gaib ada lima. Tidak ada yang mengetahui satu pun di antaranya kecuali Allah. Tidak seorang pun yangmengetahui apa yang terjadi di dalam rahim kecuali Allah. Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang terjadi besok kecuali Allah. Tidak seorang pun mengetahui kapan datangnya hujan kecuali Allah. Tidak seorang pun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati. Tidak seorang pun yang mengetahui kapan ditegakkannya kiamat kecuali Allah.”(riwayat Bukhari dan Ahmad dengan sanad shahih dari Abdullah bin Umar).
Rahasia didalam Rahim
Lho, bukankah dengan teknologi modern para dokter bisa mengetahui jenis kelamin dalam kandungan? Mereka juga bisa mengetahui sehat tidaknya bayi di dalam kandungan ibu. Apakah berarti mereka mengetahui hal- hal yang gaib? Tidak! Mereka tidak bisa mengetahui yang gaib meski menggunakan teknologi. Mereka hanya bisa malihat hal-hal yang kasat mata. Sedangkan perkara-perkara gaib yang ada di dalam kandungan sama sekali tidak diketahuinya. Apa saja perkara gaib itu? Dokter vbtak nbakalan tahu berapa banyak rezeki yang diberikan kepada janin sampai meninggalnya, berapa lama umurnya, dan apakah kelak janin itu termasuk orang yang beruntung atau celaka. Tahukah dokter dengan hal itu? Tentu saja tak tahu.
Oleh karena itu Maha Suci Allah yang telah berfirman:
“Sesungguhnya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat, dan kapan diturunkannya hujan, dan pengetahuan tentang apa yang ada di dalam rahim. Dan tidak seorang pun mengetahui apa yang akan ia usahakan besok. Dan tidak seorang pun mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, dan Maha Meliputi.”
(Luqman:34)
Gaib, Siapa yang Tahu
Hanya Allah saja yang tahu perkara gaib, seperti disitir dalam ayat bdan hadist diatas. Semua makhluk tak ada yang mengetahui, termasuk di dalamnya malaikat, jin, dan para rasul. Para nabi dan rasul hanya akan tahu beberapa perkara gaib jika diberitahu oleh Allah. Jika tidak, maka mereka pun tak tahu sedikitpun masalah gaib.
“Katakanlah, aku tidak mengatakan kepada kalian semua bahwa di sisiku ada perbendaharaan Allah, tidak pula aku mengetahui perkara yang gaib, dan tidak pula aku mengatakan kepada kalian bahwa sesungguhnya aku ini malaikat. Tidak lain aku hanya mengikuti segala yang diwahyukan kepadaku.”(Al-An’am:50).
Dan firman-Nya:
“Katakanlah: Aku tidak kuasa atas kemanfaatan atau kemadharatan bagi diriku sendiri kecuali yang dikehendaki Allah. Dan kalau aku mengetahui perkara gaib, sungguh aku akan berbanyak-banyak melakukan kebaikan dan aku pun tidak akan ditimpa keburukan. Tidak lain aku ini kecuali seorang pemberi peringatan dan pemberi kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.”(Al-A’raf:188).
Demikian juga dengan para malaikat seperti dinyatakan Allah dalam firman-Nya:
“Maha Suci Engkau, kami tidak memiliki pengetahuan tentangnya kecuali segala yang telah Engkau berkenan mengajarkannya kepada kami….”(Al-Baqarah:32).
Dan firman-Nya yang menggambarkan tentang keadaan mereka:
“Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata:”Apakah yang telah difirmankan oleh Rabb-mu” Mereka menjawab:”(Perkataan) yang benar”, dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.”(Saba’:23).
Dan juga seperti disebutkan dalam hadist Jibril berkenaa dengan rukun iman, dimana di sana disebutkan:
Jibril berkata:“Kapan ditegakkannya hari Kiamat?”Rasulullah menjawab:”Tidaklah yang ditanya lebih mengetahui dari yang bertanya.”(Muttafaq’alaihi).
11 Sep
Fatamorgana Dunia
Dunia, Sebuah Arena Pacuan
Hidup di dunia ini seperti berada jalur perlombaan. Manusia berlomba. Beberapa di antara mereka berada di natas kuda, yang lain di atas keledai, dan yang lain berjalan kaki. Tetapi, debu yang beterbangan membuat mereka tidak tampak. Ketika reda, terlihatlah, siapkah yang memimpin perlombaan.
“Pasti Anda menyaksikan bila debu telah mereda apakah yang Anda tunggangi itu keledai atau kuda”.
Kita berjalan menuju kematian. Setiap hari rentang hidup kita berkurang dan akhir hayat kita menjadi semakin dekat. Dan kita tetap tidak peduli, tidak menganggapnya penting, dan tidak pula bersiap diri menghadapi Hari Pembalasan.
Al-Hasan berkata,”Anda berangan-angan akan menyamai umur Nabi Nuh, padahal Allah datang setiap malam.
“Berangan-angan bahwa dunia akan kekal untuknya tapi kematian menuntutnya sebelum angan terlaksana dengan sigap dia menyirami akar-akar orang lemah ketika yang disirami hidup, yang menyirami mati musnah.”
Salamah bin Dinar berkata,”Jika kamu puas terhadap kehidupan dunia dengan apa yang cukup bagimu, maka hal itu sudah mencukupi. Tetapi jika kamu tidak puas dengan apa yang cukup, maka tidak ada yang bisa mencukupi.”
Demi Allah, pemilik kekayaan yang luas, kebutuhan orang kaya dan miskin sebenarnya sama dalam hal apa yang mereka ambil dalam hidup ini saat ia mati. Hanya kain kafan. Tetapi mereka berbeda di dalam kubur; apakah kubur tersebut nantinya menjadi salah satu kebun surga, atau justru menjadi lubang neraka.
“Hamparan dunia adalah jalan nyata yang menghantarkan ke surga atau neraka, malam hari adalah kios milik manusia sedangkan siang hari, pasar tempat mengadu untung mereka.”
Abu Safwan Ar-Ruwini ditanya,”Hidup apakah yang dicela Allah di dalam Al-Quran, dan harus dihindari oleh manusia yang bijak?” Dia berkata,”Apapun yang kamu cintai di dunia dengan mencari keuntungan dunia adalah tercela, dan apapun yang kamu cinta di dunia ini dengan mencari keuntungan untuk Akhirat adalah terpuji.”
Ali bin Abi Thalib menggambarkan kehidupan di dunia:”Yang halal, akan dihisab (diperhitungkan); sedangkan yang haram pasti berujung ke neraka.”
Allah telah menunjukkan pada Dawud,”Wahai Dawud setiap siang dan malam aku lihat ke seorang tua dan mengatakan padanya,’Wahai hamba-Ku, kamu menjadi tua, dengan tubuh yang lemah dan tulang yang lembut, dan kamu akan segera kembali kepada-Ku, maka malulah pada-Ku, niscaya Aku malu padamu.”
“Sungguh manusia itu melarat dunia meski harapannya terlaksana memang dia menikmati hidup di dunia dengan alasan dan kematian yang tidak nyata ketika melihat kesehatan dia begitu merindukan jawabnya, itulah mengapa saya hidup bertahan dan ketika dalam kesehatan itu ada kematian jawabnya, itulah mengapa saya berpindah kedudukan tapi kebahagiaan yang sempurna adalah bagi orang yang amalan baik mengikutinya.”
Dunia yang keji
Abu Ubaidah An-Naji berkata,”Kami bertandang ke rumah Al-Hasan Al-Bashri saat dia akan meninggal. Dia berkata,”Selamat datang saudara-saudara sekalian. Semoga Allah memberi kalian keselamatan. Semoga Allah memberikan kepada kita anugerah surga sebagai tempat tinggal kita. Ini adalah ucapan yang terus terang, yang baik, bila kalian jujur dan sabar. Jangan sampai kalian hanya mendengarnya dengan telinga, lalu mengeluarkannya lagi dari mulut kalian. Karena, barangsiapa pernah melihat Muhammad Rasulullah, pasti akan mengetahui bahwa beliau selalu pulang dan pergi, tidak pernah meletakkan batu-bata atau menegakkan tiang bambu untuk membangun tempat tinggal tetap. Akan tetapi, beliau hanya menggantungka panji, lalu bekerja menyisingkan lengan baju.
Wahyu adalah wahyu, dan keselamatan adalah keselamatan. Atas dasar apa kalian hendak mengangkat diri? Demi Rabb Ka’kah, ternyata kalian ragu. Seolah, semua peristiwa terjadi bersamaan. Semoga Allah memberi rahmat kepada orang yang menjadikan hidup itu satu saja, memakan dunia dari ampas-ampasnya saja, memakai pakaian yang terkoyak, namun rajin beribadah dan menyesali kesalahan diri sendiri, menghindari dari siksa Allah dan mencari rahmat-Nya.
An-Nabighah Al-Ja’dy mengungkapkan kehidupan dunia serta keadaan manusia yang mendiaminya dalam bentuk syair.
“Orang begitu cinta kehidupan dunia kadang kehidupan panjang mendatangkan bahaya keceriaan yang pernah ada pudar sudah setelah manis kehidupan tinggal pahitnya terkunyah hari-hari tidak lagi bersahabat hingga tak satu pun yang menyenangkan terlihay.”
Diriwayatkan Abu kabsyah, Nabi bersabda,“Manusia ,dalam kehidupan dunia ini terbagi menjadi empat jenis. Pertama, manusia yang padanya Allah memberi harta dan ilmu, mendengarkan Allah, mengunjungi kerabat dan mengetahui hak Allah.dan ini adalah posisi yang palaing baik. “Kedua, manusia yang padanya Allah memberi ilmu tanpa harta, dan yang berkata dengan niat yang baik,”Jika aku memiliki uang seperti orang itu (orang pertama), maka aku akan melakukan seperti yang ia lakukan.” Dengan niat baik ini, pahalanya akan sejajar dengan orang yang pertama. Ketiga adalah manusia yang padanya Allah memberi uang tapi tanpa ilmu, membelanjakan uangnya tanpa rencana, tidak takut kepada Allah, tidak mengunjungi kerabat dan tidak mengetahui hak Allah, dan ini adalah posisi yang paling buruk. Adapun manusia keempat adalah seseorang yang padanya Allah tidak memberikan uang maupun ilmu, dan yang berkata,”Jika aku memiliki uang, aku akan melakukan seperti orang itu (yang ketiga), maka dengan niatnya itu dia akan memiliki dosa sama dengan orang ketiga.”(HR Ahmad dan Tirmidzi)
Kehidupan dunia ibarat sebuah pertanian yang dipanen di Akhirat. Musim beribadah dan masa ketaatan yang kita persiapkan merupakan bekal untuk Akhirat.
“Jangan sertakan kekejian pada dunia dan harinya meski terus berputar mengitari Anda letak kemuliaan dan keutamaannya bahwa kehidupan akhirat diketahui di dunia.”
Al-Fudhail berkata,”Allah menciptakan semua setan di sebuah rumah dan menjadikan cinta dunia sebagai kuncinya. Dan Allah menjadikan semua kebaikan di sebuah rumah lagi dan menjadikan penolakan atas dunia sebagai kunci rumah tersebut.”
1 Sep
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Komentar Terakhir